Sabtu, 19 Oktober 2013

Kamera Oh Kamera

"Bang, disini jual kamera apa saja ya?" tanyaku pada seorang penjaga toko kamera.
"Disini jual berbagai macam kamera, ada yang kamera digital, kamera analog, bahkan replika kamera pun dijual sini." Jawab penjaga toko kamera"
"Wah keren ya". Sambil tersenyum aku menyatakannya.

"Memangnya lagi cari kamera apa dik?" tanya penjaga toko kamera"
"Aku lagi cari kamera yang bagus tapi tidak terlalu mahal harganya bang!" seruku dengan tersenyum lebar.
"Oh, begitu" dipergunkan untuk memfoto apa kameranya?" tanya penjaga toko kamera"
"Akan ku pergunakan untuk memfoto pemandangan, tumbuh-tumbuhan, bunga-bunga, satwa dan mendokumentasikan setiap momen-monen penting dan menarik.

Aku tidak sabar ingin memiliki sebuah kamera, karena aku sangat suka dunia fotografi, akan kua abadikan setiap kejadian menarik.

"Jadi, kamu mau pilih kamera yang mana, digital atau analog?' tanya penjaga toko kamera.
"Aku pilih kamera digital saja bang!" Jawabku semangat.
"Pilihan yang bagus" katanya.

Aku bertanya kepada penjaga tokon kamera, "harganya berapa bang".
"Dua juta rupiah saja cukup" Jawabnya singkat.

Aku kaget mendengar harga yang diucapkan oleh penjaga toko kamera, ternyata tidak semahal yang ku kira sebelumnya. Akhirnya aku membelinya dengan uang pas. Aku sangat senang bisa membeli kamera dengan harga yang cukup murah itu.

Tiba-tiba, "Sal, bangun !" suara ibu keras.
"Bangun, sudah siang!" sekali lagi ibu berteriak membangunkan ku.

Aku pun terbangun, ternyata aku sedang bermimpi. Kejadian di toko kamera dan membeli sebuah kamera, ternyata hanyah mimpi. Aku tersenyum sendirian.

Puisi Masa Depan

Tak seorang pun yang tahu wahai kau masa depan.
Biarkan waktu yang kan menjawab, kan jadi apa diriku ini
Ku tata hari ini demi kau masa depan.
Angan, impian, dan cita-cita terukir dalam pikiran tentang masa depan.

Berani bermimpi, tekadkan niat, berusaha, dan tawakal
ku yakin cita ku kan raih dimasa depan.
Wahai Tuhanku izinkan aku meraih citaku.

Wahai ayah, wahai ibu, ku persembahkan masa depan ku ini. 

Kamis, 17 Oktober 2013

Ragam Bahasa

A. Bahasa Ilmiah
          Bahasa ilmiah merupakan bahasa yang digunakan dalam ragam bahasa resmi. Bahasa ilmiah digunakan dalam penulisan wacana ilmiah. Menurut Hasan Alwi, dkk. (1993:142), ciri-ciri atau karakteristik bahasa ilmiah yang digunakan dalam wacana ilmiah adalah :

1. Menggunakan kata atau istilah yang non figurative
2. Manggunakan kalimat-kalimat efektif
3. Menghindari bentuk persona atau pengakuan dengan tujuan untuk menjaga objektivitas
4. Mengutamakan keterpaduan dan keruntutan isi.

Suatu wacana ilmiah dikatakan baik apabila memmiliki tiga kriteria seperti dibawah ini yaitu :
1. Adanya kohesi atau kesatuan kohesi sebuah wacana dat dicapai apabial semua kalimat yang membangun paragraf dalam wacana itu secara bersamaan menyatakan sebuah maksud tunggal atau tema tunggal. Dengan kata lain, sebuah wacana dikatakan memiliki kesatuan jika semua kalimat yang membangun sebuah paragraf dalam wacana tersebut mendukung sebuah pikiran utama. dengan demikian, setiap paragraf hanya mengandung sebuah pikiran utama atau satu pokok pikiran.
2. Adanya koherensi atau kepaduan wacana dapat dilihat dari kepaduan hubungan antara kalimat-kalimat yang membentuk suatu paragraf. Hubungan antara ide-ide yang terdapat dalam paragraf baik ide pokok dan ide-ide penjelas menggunakan gagasan secara teratur dan tidak menyimpang dari gagasan utama.
3. Kelengkasapan sebuah wacana dikatakan lengkap apabila terdiri paragraf pembuka, paragraf penghubung, dan paragraf penutup.




B. Bahasa Non Ilmiah
Karya non ilmiah sangat bervariasi topic dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum, ditulis berdasarkan fakta pribadi, umumnya bersifat subyektif, gaya bahasanya bias konkret atau abstrak, gaya bahasanya formal dan popular.
Karya non ilmiah bersifat:
    
1. Emotif : kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
2. Persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
3. Deskriptif : pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
4. Kritik tanpa dukungan bukti.

C. Bahasa Semi Ilmiah
Semi Ilmiah adalah karangan ilmu pengatahun yang menyajikan fakta umum dan menurut metodologi panulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen. Karakteristiknya berada diantara ilmiah.

sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2011/07/28/ciri-ciri-bahasa-ilmiah-383561.html

Rabu, 08 Mei 2013

Interface Jadwal Kerata Api

Interface Jadwal Kerata Api 

Ini adalah logo atau antar muka sebuah aplikasi yaitu “ JADWAL KEDATANGAN DAN KEBERANGKATAN KERETA API” LOGO ini saya buat dengan menggunakan software Adobe Photoshop CS 6. Alasan saya membuat antar muka jadwal keberangkatan kerata api ini ialah, banyaknya peminat pengguna jasa kerata api di Indonesia Khususnya di wilayah JABODETABEK, selain itu fasilitas yang disediakan masih kurang oleh pihak pengelola jasa kereta api itu sendiri. Aplikasi ini ditujukan untuk semua kalangan, baik itu pelajar, mahasiswa, pekerja, ataupun penumpang biasa yang ingin berpegian dengan menggunakan jasa kereta api. Rencananya applikasi ini akan di sediakan di perangkat mobile, seperti telepon genggam pintar (smartphone) dan table dengan berbasis system operasi Java, Android,  symbian dan Windows Phone. Aplikasi dapat di unduh di Google Play Store (untuk pengguna S.O Android), Windows Store (untuk pengguana Windows Phone) atau bisa langsung mengunduh dari blog resmi kami.

Bagi para pengguna yang ingin mengguakan applikasi ini di haruskan untuk memiliki akun terlebih dahulu.  Bila sudah memiliki akun, pengguna bisa langsung mengetikan email beserta password yang telah didaftarkan. Apabila pengguna belum memiliki akun, pengguna dapat mendaftarkan di dengan meng-klik “Daftar”


Setelah pengguna masuk dengan menggunakan email dan password, maka akan muncul tampilan (interface) seperti gambar di atas. Antarmuka tersebut menampilalkan pemilihan kriteria,   mulai dari Relasi, Stasiun keberangkatan, jenis kereta yang akan di naiki, kemudian stasiun tujuan, dan range waktu keberangkatan. Setelah itu klik tobol “CARI”.

Setelah tombol cari di klik, maka akan muncul hasil dari kreteria yang di pilih. Di sini banyak pilihan waktu dan terdapat keterangan, apakah kereta tersebut batal jalan atau tidak. 








Rabu, 17 April 2013

Interaksi Manusia dan Komputer



A.     Pendahuluan
Perkembangan teknologi kian hari semakin berkembang. Kehidupan sehari-hari tak lepas dari perlengkapan yang menggunakan teknologi. Dengan perkembangan teknologi yang ada semakin banyak kebutuhan yang diperlukan, terutama kebutuhan akan informasi. Dahulu Informasi hanya bisa  didapat melalui media cetak seperti Koran, majalah, tabloid dll. Tentunya untuk mendapatkan itu kita harus mengeluarkan uang untuk membelinya. Akan tetapi dengan perkembangan teknologi yang ada informasi bisa didapat melalui banyak media, terlebih lagi media digital seterti televisi, Telepon genggam, dan computer dengan harga yang terjangkau, lebih efisien, serta mudah didapat. Semua itu tidak lepas dari antarmuka (interface)  yang di sediakan para produsen (programmer/designer) agar dapat membantu para pengguna (user) mengggunakan atau menikmati media informasi yang ada. Akan tetapi ada kalanya antarmuka (interface) yang disediakan tidak sesuai dengan kebutuhan. Bahkan mengganggu dan menjadi sebuah permasalahan. Untuk itu kami mencoba melakukan observasi serta analisa untuk mendapatkan sebuah informasi apakah ada permasalahan yang timbul  dengan antarmuka(interface) yang ada?.  Objek observasi kami adalah sebuah televisi 32 inch yang berada di ruang keluarga. Alat yang digunakan televisi, laptop, kamera handphone(telepon genggam).

B.      Metode Observasi
Orang yang kami observasi adalah Ibu dan kakak kami. Ibu kami berusia 45 tahun, penglihantan yang cukup baik serta pendenganran normal. Kemudian Kakak kami berusia sekitar 24 tahun, penglihatan minus 2, pendengaran normal.
Kami melakukan observasi dengan cara, meminta subjek untuk menonton TV selama beberapa menit, setelah itu kami menampilkan interface-interface yang ada, seperti interface chennel, volume, tombol-tombol pada remote, tampilan menu, tampila daftar program, tombol-tombol pada TV, dll.
Setelah itu, kami memberikan beberapa pertanyaan dan meminta beberapa komentar tentang interface yang ada pada TV.

C.      Hasil Observasi

a.      Interface chanel
Subjek 1 (Ibu) : tampilan interfacenya sudah bagus dengan huruf yang besar. Sehingga tidak membutuh kana lat bantu penglihatan untuk menonton TV.
Subjek 2 (Kakak) : tampilan interface chanel kalau bisa dibuat transparan sehingga tidak menutupi layar hingga menutupi identitas saluran TV yang sedang ditonton (seperti gambar).

b.      Interface volume
Subjek 1 (Ibu) : tampilan volume sdah bags dan nyaman untuk dilihat.
Subjek 2 (Kakak) : tampilan volume tidak terlalu berpengaruh, dan tidak mengganggu.

c.       Interface tombol-tombol pada remote
Subjek 1 (Ibu) : tampilan remote terlalu banyak menu sehingga menyusahkan subjek untuk menguasai remote. Bahkan di sebagian tombol, tidak ada penujuk fungsi dari tombol tersebut.
Subjek 2 (Kakak) : tampilan remote sudah bagus, hanya butuh meluangkan sedikit waktu untuk membaca buku petunjuk agar memahami semua fungsi dari tombol-tombol yang ada.






d.      Interface tampian menu
Subjek 1 (Ibu) : tampilan interface menu, diusahankan jangan terlalu menutupi layar. Kalau bisa dibuat lebih menepi tampilannya.
Subjek 2 (Kakak) : komentar subjek 2 tidak jauh berbeda dengan subjek 1.

e.      Interface tampilan daftar program
Subjek 1 (Ibu) : daftar progam terlalu terbatas, subjek 1 menginginkan satu tampilan tapi menampilkan semua saluran.
Subjek 2 (Kakak) : tampilan interface menurut subjek 2 kurang menarik, karena hanya menampilkan list kode, diharapkan daftar list saluran TV. Sehingga memudahkan subjek.

f.        Interface tampilan tombol-tombol pada TV
Subjek 1 (Ibu) : terlalu kecil dan tersembunyi sehingga terkadang salah tekan fungsi tombol yang awalnya ingin ganti chanel tapi malah volume. Warna yang ditampilkan kurang mencolok.
Subjek 2 (Kakak) : tampilannya sudah bagus sehingga terkesan elegan dan sesuai dengan bentuk TVnya.

D.     Analisa

Setelah dilakukan observasi, kami dapat menarik kesimpulan bahwa usia dan pengetahuan seseorang terhadap teknologi mempengaruhi interface. Walaupun kami melakukan obserfasi terhadap satu objek yang sama tapi setiap subjek memiliki tanggapan sendiri-sendiri terhadap interface yang ada.
Jadi interaksi manusia dan teknologi dapat terjalin dengan baik jika dibantu dengan interfacenya tepat sasaran kepada semua kalangan baik anak-anak, remaja, maupun dewasa.


Senin, 11 Februari 2013

Fault Tree Analisys


Fault Tree Analysis

||

||

||

||

||

Oleh :

Pencari Materi : Angga Cardigantara (20185111)

Pencari Materi : M. Alan Ardandy (24111633)

Penulis : Agung Purwanto (20111353)

Penulis + Editor : Faisal Abriansyah (22111606)

2kb02



Universitas Gunadarma

2012/2013

--- Separate Environment --- -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Page || x

Kata Pengantar

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Ynag Maha Esa atas rahmat dan kehendak-Nya tugas ini dapat terselesaikan. Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian tugas ini. Terkhusus terima kasih kepada Bapak I Made Wiryana. Skom, SSi, MAppSc selaku dosen Manajemen Proyek & Resiko (soft skill) atas arahan dan bimbingannya serta pemberian materi. Sehingga kami dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang soft skill. Tugas yang kami seselaikan ini mambahas tetang sebuah metoda yang dapat membatu dalam suatu pekerjaan dan kegiatan yaitu Fault tree analisys (FTA). Kami berharap dengan adanya tugas yang membahas FTA ini dapat menamnah pengetahuan dan wawasan khususnya untuk kami dan umumnya bagi yang membaca. kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang kami miliki, untuk itu kami mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan. Sekian

--- Separate Environment --- --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Page || 1

FAULT TREE ANALYSIS

BAB I

1 Pendahuluan

A. Latar Belakang

Kini zaman globalisasi dan turbulensi dimana tergambarkan segala sesuatu yang berhubungan dengan perilaku manusia dan antara manusia seakan tanpa Bagaimana mengimplementasikan Analisa diagram pohon kesalahan pada kehidupan sehari-hariatas. Dimana sepanjang zaman hingga sekarang dan masa yang akan datang semakin cepat berubah. Ungkapan Bung Karno mantan presiden RI dalam salah satu pidatonya “jika kita tidak mengikuti perubahan maka kita adalah sejarah.” Konteks tersebut di atas mengarahkan kita pada pemikiran bahwa adalah subjek dan objek pada diri manusia. Hal ini bermakna bahwa manusia menciptakan perubahan dan perubahan itu sendiri mengkreatur manusia itu sendiri. Demikian hal dengan pendidikan sebagai apresiasi dari setiap perubahan manusia dan hal yang mampu mengubah manusia. Oleh sebab itu tidak sedikit para ahli yang mengungkapkan bahwa sekolah sebagai wahana pendidikan merupakan agen perubahan. Satu hal yang patut dipikirkan adalah bahwa pendidikan pun demikian pada diri manusia. Yaitu sebagai objek dan subjek dari perubahan manusia bahkan bisa mempercepat, mengoptimalkan setiap perubahan itu sendiri. Pendidikan mampu mengubah manusia dan manusia itu sendiri yang mampu mengubah pendidikan. Oleh sebab itu tidak sedikit kini muncul berbagai paradigma baru dalam sistem pendidikan sebagai bukti nyata bahwa pendidikan berubah seiring dengan perubahan manusia. Dan manusia pun berubah seiring dengan perkembangan sistem pendidikan itu sendiri. Di pihak lain, tidak bisa diragukan lagi bahwasanya manusia tak akan terlepas untuk mengeksplorasi segala sumber daya yang dimilikinya. Dengan cara mencurahkan segala daya dan kemampuanya untuk selalu berinovasi menemukan sesuatu yang baru yang dapat membantu hidupnya menjadi lebih baik. Jika manusia tidak menggali segala kemampuanya maka ia akan tertinggal bahkan tergerus oleh zaman yang selalu berkembang.

Dalam dunia pendidikan Inovasi adalah hal yang mutlak dilakukan karena tanpa inovasi akan terjadi kemandekan pada dunia pendidikan yang kemudian berimbas pada pada elemen-elemen kehidupan yang lain seperti politik, ekonomi, sosial dan lain-lain. Pertanyaan yang terbentuk kini adalah realisasi prinsip dasar inovasi untuk pemecahan masalah atau kebermaknaan inovasi itu sendiri. Hal ini berangkat dari bahwa segala macam proses berawal dari perencanaan yang matang “if you fail to plan, you plan to fail” sehingga konteks analisis akar masalah lebih kentara pada proses perencanaan inovasi demi memunculkan solving, perubahan dan memunculkan inovasi. B. Rumusan Masalah Bagaimana mengimplementasikan Analisa diagram pohon kesalahan pada kehidupan sehari-hari C. Tujuan Penulisan Tulisan ini menyajikan suatu metode berpikir dengan menggunakan tata alir (flow chart) yang terutama dimaksudkan untuk mendapatkan “sebab terdalam atau akar suatu masalah”, dengan demikian diharapkan menghasilkan alternatif solusi dalam hal ini inovasi berdasarkan akar masalah yang terungkap. Sehingga makalah ini ditujukan untuk memberikan informasi dan gambaran implementasi perangkat fishbone diagram (Diagram Ishikawa) untuk menentukan sebab-akibat dalam permasalahan yang substansial dalam perencanaan inovasi pendidikan. D. Manfaat Penulisan Makalah ini diharapkan bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para Dosen, pemerhati pendidikan, dan civitas pendidikan lainnya untuk terus berupaya menjadi bagian inovasi pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui karya-karyanya.

B. Rumusan Masalah

Bagaimana mengimplementasikan Analisa diagram pohon kesalahan pada kehidupan sehari-hari

C. Tujuan Penulisan

Tulisan ini menyajikan suatu metode berpikir dengan menggunakan tata alir (flow chart) yang terutama dimaksudkan untuk mendapatkan “sebab terdalam atau akar suatu masalah”, dengan demikian diharapkan menghasilkan alternatif solusi dalam hal ini inovasi berdasarkan akar masalah yang terungkap. Sehingga makalah ini ditujukan untuk memberikan informasi dan gambaran implementasi perangkat fishbone diagram (Diagram Ishikawa) untuk menentukan sebab-akibat dalam permasalahan yang substansial dalam perencanaan inovasi pendidikan.

D. Manfaat Penulisan

Makalah ini diharapkan bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para Dosen, pemerhati pendidikan, dan civitas pendidikan lainnya untuk terus berupaya menjadi bagian inovasi pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui karya-karyanya.

--- Separate Environment --- -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Page || 2

1.1 Pengertian Fault Tree Analysis

Mungkin sebagian besar engineer maupun calon engineer tidak asing dengan istilah fault tree analysis. Apalagi bagi seseorang yang berpengalaman menyelesaikan kasus berupa troubleshooting. Metode ini cukup efektif untuk mengetahui akar permaslahan yang akan diselesaikan. Secara teori, metode fault tree analysis dapat dijelaskan sebagai berikut. Fault Tree Analysis adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi resiko yang berperan terhadap terjadinya kegagalan. Metode ini dilakukan dengan pendekatan yang bersifat top down, yang diawali dengan asumsi kegagalan atau kerugian dari kejadian puncak (Top Event) kemudian merinci sebab-sebab suatu Top Event sampai pada suatu kegagalan dasar (root cause).

1.2 Fault Tree Analysis Dan Kaitan nya Dengan Gerbang Logika Sederhana

Fault Tree Analysis merupakan metoda yang efektif dalam menemukan inti permasalahan karena memastikan bahwa suatu kejadian yang tidak diinginkan atau kerugian yang ditimbulkan tidak berasal pada satu titik kegagalan. Fault Tree Analysis mengidentifikasi hubungan antara faktor penyebab dan ditampilkan dalam bentuk pohon kesalahan yang melibatkan gerbang logika sederhana. Gerbang logika menggambarkan kondisi yang memicu terjadinya kegagalan, baik kondisi tunggal maupun sekumpulan dari berbagai macam kondisi. Konstruksi dari fault tree analysis meliputi gerbang logika yaitu gerbang AND dan gerbang OR. Setiap kegagalan yang terjadi dapat digambarkan ke dalam suatu bentuk pohon analisa kegagalan dengan mentransfer atau memindahkan komponen kegagalan ke dalam bentuk simbol (Logic Transfer Components) dan Fault Tree Analysis.

1.2.1 Istilah-istilah dalam Fault Tree Analysis

Istilah-istilah dalam Fault Tree Analysis disajikan pada Tabel 1



MM Tabel 1 Istilah dalam metode Fault Tree Analysis

1.2.2 Simbol-Simbol dalam Fault Tree Analysis

Simbol-simbol dalam Fault Tree Analysis yang digunakan dalam menguraikan suatu kejadian disajikan pada Tabel 2



--- Separate Environment --- ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Page || 3

1.3 Manfaat dari metode Fault Tree Analysis

Manfaat dari metode fault tree analysis adalah:

1. Dapat menentukan faktor penyebab yang kemungkinan besar menimbulkan kegagalan.

2. Menemukan tahapan kejadian yang kemungkinan besar sebagai penyebab kegagalan.

3. Menganalisa kemungkinan sumber-sumber resiko sebelum kegagalan timbul.

4. Menginvestigasi suatu kegagalan.

Contoh penggunaan fault tree analysis secara sederhana adalah sebagai berikut.



Gambar 1.1 contoh sederhana penerapan methode FTA dalam kehidupan sehari hari

Jadi secara umum metode fault tree analysis adalah sebuah metode menyelesaikan kasus apabila terjadi sesuatu kegagalan atau hal yang tidak diinginkan dengan mencari akar-akar permasalahan Basic Events yang muncul dan diuraikan dari setiap indikasi kejadian puncak (Top Event).

Metode ini dapat dikembangkan secara lanjut dengan metode probabilitas dari setiap akar permasalahan dan dihitung berapa persen kemungkinan pengaruh Basic Event terhadap Top Event.

1.4 Aplikasi Program Sebagai Penunjang Analisis Fault Tree Analysis

Analisis pohon kegagalan merupakan proses yang kompleks sehingga sudah disiapkan perangkat lunak yang digunakan untuk analisis tersebut, misalnya : PSA pack, SAPHIRE, SALP, dan lain-lainnya. Hasil atau keluaran dari perangkat lunak ini pada umumnya berupa cut set atau minimal cut set yang dapat menyebabkan terjadinya kejadian puncak. Cut set merupakan kombinasi kegagalan kejadian dasar, sedangkan minimal cut set adalah kombinasi terkecil dari kegagalan kejadian dasar.

1.5 Fault Tree Analysis sesuai dengan hukum aljabar Boolean.

Perhitungan analisis pohon kegagalan sesuai dengan hukum aljabar Boolean. Pengertian tentang minimal cut set ini sangat penting dalam konsep FTA, karena minimal cut set ini berhubungan dengan komponen atau kejadian dasar yang kritis yaitu bila komponen kritis atau kejadian dasar ini terjadi maka memungkinkan terjadinya kejadian puncak.

1.6 Penyusunan pohon kegagalan

Di dalam penyusunan pohon kegagalan dilakukan tahapan sebagai berikut :

1. Ditentukan kejadian atau kondisi yang tidak diinginkan sebagai kejadian puncak

2. Menganalisis penyebab terjadinya kejadian puncak secara mundur dengan menggunakan gerbang logika, untuk kondisi standar seperti terlihat berikut ini :



Gambar 1.2 Gerbang Logika

MM A. Tahap-Tahap Penyelesaian analisis pohon kegagalan

Didalam menyelesaikan analisis pohon kegagalan dilakukan tahapan sebagai berikut :

1. Mengubah logika pohon kegagalan menjadi persamaan boolean

2. Menyederhanakan (mereduksi) persamaan boolean menjadi bentuk sederhana, dengan aturan seperti dalam Tabel1



Tabel 1. Operasi Hukum Aljabar Boolean .

Proses kuantifikasi dan penyederhanaan persamaan aljabar boolean dilakukan dengan perangkat lunak.

--- Separate Environment --- -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Page || 4

BAB II

Pembahasan

Berikut adalah 3 Software yang berguna untuk menganalisa kesalahan dengan menggunakan diagram pohon (FTA)

2.1 PSA Pack

PSA pack disini ialah aplikasi pendukung kinerja user untuk menganalisa kesalahan dengan keluaran berupa Cut set/minimal Cut Set yang menyebabkan terjadinya kejadian puncak Cut set : kombinasi kegagalan kejadian dasar Minimal cut set : kombinasi terkecil kegagalan kejadian dasar=> Kejadian kritis. Perhitungan : Sesuai dengan aljabar Boolean.

Penyelesaian FTA yaitu dengan beberapa tahapan :

1. Mengubah logika pohon kegagalan menjadi persamaan Boolean

2. Mereduksi persamaan Boolean menjadi bentuk sederhana



Gambar 2.1 Operasi Aljabar

2.2 LYX

Lyx Adalah sebuah program pemroses kata (word processor) layaknya Microsoft Word dan OpenOffice.org Writer. Tetapi LyX unik, dimana pengguna hanya berkonsentrasi pada isi, bukan pada format, seperti yang dikatakan dalam intro-nya:

LyX is a program that provides a modern approach to writing documents with a computer by using a markup language paradigm, an approach that breaks with the obsolete tradition of the “typewriter concept”. It is designed for authors who want professional output quickly with a minimum of effort without becoming specialists in typesetting. The job of typesetting is done mostly by the computer, not the author; with LyX, the author can concentrate on the contents of her writing.

Contohnya, dalam LyX kita tidak bisa mengetik dua spasi secara berurutan, dua baris baru secara berurutan, atau memiliki baris yang kosong! Karena semua pengaturan tentang spacing antar paragraf, antar bagian dst sudah dibuat secara otomatis.

Keunggulan dari LyX yang paling kami suka adalah output yang konsisten – misalnya, semua paragraf dipastikan memiliki margin yang sama, semua judul dipastikan memiliki besar sama, dst. Selain itu, karena dokumen sangat terstruktur maka ada fitur untuk melakukan navigasi intra-dokumen yang sangat bagus (ada daftar judul-judul bab dan sub-bab, kita bisa meng-klik untuk pindah ke bagian tersebut dengan cepat). Setiap dokumen memiliki kelas sendiri, misalnya article atau book, dan setiap kelas sudah terformat dengan sangat baik bahkan melebihi apa yang biasa kita lakukan dengan Word. Contohnya, pada kelas book, nomor halaman sudah berada pada tempat yang tepat (di bawah saat mulai bab, di atas pada halaman lainnya). Penomoran bab dan sub-bab langsung dibuat secara otomatis.

Yang lebih keren lagi, setiap gambar dan tabel juga diberikan penomoran otomatis! Tidak seperti di Word dimana kita harus melakukan setting yang cukup repot dan tidak semua orang bisa melakukannya. Juga, seperti buku-buku profesional pada umumnya, setiap tabel maupun gambar tidak terletak di tempat kita meletakkan tabel/gambar tersebut, tetapi di awal atau akhir halaman! Dan semuanya otomatis! (fitur ini bisa dimatikan untuk tabel tertentu)

Keburukan dari LyX adalah sangat sulit (tidak bisa?) mengatur style (warna, font, dll) yang baku dari style yang sudah ada seperti judul bab, judul sub-bab, dll (walaupun untuk tulisan bukan judul bisa dilakukan). Juga sulit untuk mengatur apa-apa yang sudah di pre-format oleh Lyx, misalnya di mana penomoran halaman diletakkan, atau kata-kata otomatis yang digunakan. Seperti Chapter xxx, Figure xxx, Table xxx (dalam penomoran otomatis)... tetapi versi Bahasa Indonesia seperti Bab xxx, Gambar xxx, Tabel xxx tersedia (dengan memilih bahasa Bahasa (seharusnya Bahasa Indonesia kan???)), tetapi seperti yang sudah dikatakan kita tidak bisa mengubahnya menjadi Bagian xxx atau Figur xxx misalnya.

Kalaupun terpaksa mengubah tulisan-tulisan tersebut, harus mengubah isi filenya LyX yang pasti tidak disukai banyak orang :) Atau, export ke format HTML, OpenOffice.org, atau Microsoft Word lalu edit sesukanya (o iya, LyX juga bisa mengekspor dengan format PS dan PDF!). Sayangnya instalasi default untuk Windows tidak bisa mengekspor ke format tersebut (harus ada package yang harus di-download).

Melihat pro dan contra di atas, bisa dilihat bahwa LyX sangat cocok untuk tulisan yang sangat panjang, terstruktur, dan bersifat ilmiah, seperti karya tulis, buku (selain buku komik dan majalah!), tesis, dll. Cukup banyak pengarang atau penulis buku pasti tidak menyadari bahwa ada tool yang sedemikian bagus untuk mereka!

2.2 Microsoft Visio

Microsoft Visio (atau sering disebut Visio) adalah sebuah program aplikasi komputer yang sering digunakan untuk membuat diagram, diagram alir (flowchart), brainstorm, dan skema jaringan yang dirilis oleh Microsoft Corporation. Aplikasi ini menggunakan grafik vektor untuk membuat diagram-diagramnya.

--- Separate Environment --- ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Page || 5

Bab III

Implementasi Dan Analisa

3.1 Implementasi FTA

Implementasi FTA dalam kehidupan, dalam contoh kasus nya Motor yang tidak bisa berhenti.

Sebagai contoh seperti terlihat dalam Gambar 1.1. Motor memperoleh sumber listrik AC fase sebesar 480 V melalui pemutus (breaker), dengan pemutus yang digerakkan oleh kumparan trip dan saklar 1 dan saklar 2 dimana digerakkan oleh listrik 125 V DC. Misal kondisi yang tidak di inginkan atau sebagai kejadian puncak adalah “Motor gagal untuk berhenti “ (motor fail to stop). Kondisi ini disebabkan oleh 2 hal yaitu : “tidak ada signal ke pemutus” (no signal to trip breaker) atau “pemutus gagal untuk membuka” (breakers fail to open), sehingga kondisi ini digambarkan dengan gerbang OR. Selanjutnya “tidak ada signal ke pemutus” dianalisis disebakan karena “ tidak ada signal ke kumparan trip” (no signal to trip coil) atau “kegagalan umum dari saklar untuk menutup” (common cause failure of switches to close) atau “kumparan trip gagal diberi tenaga” (trip coil fails to energize). Dua kejadian terakhir merupakan kejadian dasar, sedangkan kejadian pertama perlu dianalisis lebih lanjut. “Tidak ada signal ke kumparan trip” disebabkan karena “ tidak ada arus yang melalui saklar 1” dan “tidak ada arus yang melalui saklar 2”, sehingga dalam kondisi ini gerbang yang sesuai adalah gerbang “AND”. Selanjutnya “tidak ada arus yang melalui saklar 1” disebabkan “kehilangan daya suplai 125 V DC” atau “saklar 1 gagal untuk menutup”, dan gerbang yang sesuai adalah gerbang “OR”. Hal ini berlaku pulauntuk kejadian “tidak ada arus yang melalui saklar

Berikut merupakan Diagram FTA:



Gambar 3.1 Diagram Pohon

Dari pohon kegagalan tersebut, selanjutnya diubah menjadi persamaan aljabar boolean sebagai berikut :

1. Persamaan Logika Top Down ( “+” = “OR”, “*” = “AND” ) adalah sebagai berikut :

G1 = G2 + E1

G2 = E2 + G3 + E3

G3 = G4 * G5

G4 = E4 + E5

G5 = E4 + E6

2. Substitusi

G3 = (E4 + E5) * (E4 + E6)

G2 = E2 + [(E4+E5) * (E4 + E6)] + E3

G1 = E2 + [(E4+E5) * (E4 + E6)] + E3 + E1

3. Persamaan setelah disederhanakan merupakan Minimal cut set (dipisahkan dengan tanda “+”)

G1 = E1 + E2 + E3 + E4 + E 5 * E 6

4. Probabilitas motor gagal untuk berhenti adalah :

Pr(G1) @ Pr(E1) + Pr(E2) + Pr(E3) + Pr(E4) + Pr( E 5 * E 6)

3.2 Estimasi Parameter

Estimasi Parameter Diperlukan untuk menentukan dan memberikan harga, kegagalankomponendankejadianawal, Sebagai masukankuantitatif untuk kejadian, dasar pada pohon kegagalan dan model dalam suatu analisa pohon kejadian (FTA).

Beberapa Data yang diperlukan, diantaranya :

1. Laju kegagalan (failure rate) dan kebolehjadian

2. Gagal saat dibutuhkan (demand failure probability)

3. Ketidaktersediaan pada kondisi test atau perawatan

4. Common cause failure

5. Frekuensi kejadian awal

6. Keandala manusia/operator

3.3 Perhitungan Data Keandalan



Gambar 3.1 Tabel Perhitungan Data

--- Separate Environment --- -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Page || 6

3.4 Analisa Perdaun pada Diagram

Analisa tiap daunnya dalam diagram, merupakan analisa kita kepada setiap kesalahan, maupun kesempatan kesalahan yang sudah kita buat pada diagram pohon diatas.

Analisa Sumber Data :

1. 1. Data generik: NUREG-1150, NUREG/CR-5750, NUREG/CR-5496, NUREG/CR-5500, WASH-1400, IEEE std 500, TECDOC 478, dll

2. Pengalaman operasi

3. Data dariplant tertentu

4. Data yang termodifikasi (misal dengan Bytes)

3.5 Kegiatan PSA Level 1 Reaktor Riset

Kejadian Awal :

1. Kehilangan suplai daya listrik: Kehilangan daya listrik normal

2. Insersi kelebihan reaktivitas:

• Kekritisan selama handling bahan bakar( Kesalahan pemasukan bahanbakar)

• Kecelakaan start-up

• Ketidak seimbangan posisi batang kendali

• insersi air dingin, dan lain-lain

3. Kehilangan aliran:

• Kegagalan pompa primer

• Pengurangan aliran pendingin (misal:katup gagal, pipa atau alatpenukar panas tersumbat, dll)

• Penyumbatan bahan bakar

• Kegagalan atau kesalahan eksperimen, dll

4. Kehilangan pendingin:

• Pecahnya batas pendingin primer

• Kolam rusak

• Kegagalanbeam tube atau penetrasi, dll

5. Kesalahan handling atau kegagalan peralatan/komponen:

• Kegagalan kelonsong bahanbakar

• Kekritisan dipenyimpanan bahan bakar

• Kelebihan burn-up, dll

6. Kejadian internal khusus :

• Kebakaran atau ledakan secara internal

• Kesalahan eksperimenreaktor

• Kejadian keamanan, dll

7. Kejadian eksternal:

• Gempa

• Banjir(sungai, dam, bah)

• Jatuhnya pesawat, dll

8. Kesalahan manusia

--- Separate Environment --- -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Page || 7

3.5 Kelebihan dan Kekurangan FTA

3.5.1 Kelebihan

Dari implementasi dan analisa pada contoh kasus tadi, kami dapat membuat beberapa kesimpulan dari kelebihan dan kekurangan dari analisa FTA. Berikut adalah beberapa uraian dari kami :

1. Bersifat sistematik⇒ analisis sistem yang kompleks

2. Membutuhkan beberapa jenis keilmuan (multidisiplin)

3. Menentukan interaksi yang sangat kompleks

4. Memberikan pandangan secara kualitatif dengan mudah terhadap plant

5. Memberikan hasil secara kuantitatif yang dapat digunakan sebagai pengambil keputusan

6. Model yang dapatdigunakan untuk studi sensitivitas

7. Dapat digunakan untuk mengevaluasi sesuatu yang tidak pasti

3.5.2 Kekurangan:

1. Tidak ada jaminan semua kejadian awal sudah teridentifikasi

2. Kekurangan dari model konsep dan model matematika

3. Ketidakpastian dari model parameter untuk model yang digunakan

4. Tidak cukupnya data perangkat keras dan performance manusia

3.5.3 Usaha Mengatasi Kekurangan

1. Perlustudisensitivitas

2. Menggunakan keputusan expert (expert judgement)

3. Perlu adanya peer review

4. Hasil dihubungkan dengan analisis keteknikan dan filosofi pertahanan berlapis(defense in depth)

--- Separate Environment --- ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Page || 8

BAB IV

PENUTUP dan KESIMPULAN

Dalam Kehidupan sehari-hari kita tidak pernah mengetahui risiko-risiko apa saja yang akan terjadi. Dalam suatu kegiatan mungkin saja terjadi sesuat yang tidak diinginkan. Untuk itu perlu adanya suatu perencanaan yang yang matang serta didukung suatu sistem agar kegiatan yang di rencanakan dapat berjalan dengan lancar. Hadir lah suatu metoda yang dapat menggulangi risiko-risiko yang ada dia hadapi dalam suatu kegitan, yaitu Fault Tree Analisys. Fault Tree Analisys adalah suatu teknik atau metoda yang digunakan untuk mengidentifikasi risiko yang berperan terhadap terjadinya kegagalan. Metode ini dilakukan dengan pendekatan yang bersifat top down, yang diawali dengan asumsi kegagalan atau kerugian dari kejadian puncak (Top Event) kemudian merinci sebab-sebab suatu Top Event sampai pada suatu kegagalan dasar (root cause). Dengan adanya Fault Tree Analisys, suatu kekegiatan dapat direncanakan dengan matang dan dapat mengurangi atau menanggulangi risiko-risiko yang akan muncul dalam suatu kegitan. Akan tetapi perlu adanya faktor lain yang dapat membantu metoda Fault tree analisys ini dapat berkerja dengan baik yaitu faktor pengalaman dan latihan dalam waktu yang lama.

--- Separate Environment --- ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Page || 9

Daftar Pustaka

http://galihekapriminta.blogspot.com/2012/05/metode-fault-tree-analysis.html

[PDF] ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA file.upi.edu/Direktori/.../10_BBM_8.pdf

http://quaprod.blogspot.com/2011/02/fmea-vs-fta-2-senjata-ampuh-pencegahan.html

[PDF] Download this PDF file - Undip E-Journal System Portal ejournal.undip.ac.id/index.php/jgti/article/.../1878

[DOC] fault tree analysis.docx - ftp ITB ftp://ftp.itb.ac.id/.../fault%20tree%20analysis.docx

[PPT] Failure Tree Analysis repository.binus.ac.id/content/.../H020436236.ppt

Minimisasi Kecelakaan Akibat Kerja dengan Pendekatan Fault Tree repository.usu.ac.id/handle/123456789/29300

[PDF] landasan teori - Universitas Kristen Petra digilib.petra.ac.id/.../jiunkpe-ns-s1-2009-2540408... -

Sabtu, 06 Oktober 2012

Flower


Before : kamera Handphone Smartfren Andro, 3 mp
After : editing via Photoshop cs 4 ( effect blur, Glassian blur 30% + penambahan contrast )